Senin, 01-06-09 | 15:47 | 231
Nyaris Tabrak Petugas
BATANG -- Dua orang perwira berpangkat Ajun Komisaris Polisi (AKP) menolak diperiksa anggota Satlantas Polres Batang, saat belangsungnya operasi BTL seri V, 31 Mei 2009, di depan Mako Satlantas Polres Batang. Mereka adalah AKP Budi anggota Reserse Ekonomi Polda Jateng dan AKP Jazuli Kasubagminpers Polresta Semarang Timur.
Mereka saat itu berada dalam sebuah mobil pikap Kijang nopol D-550 warna hitam, yang tengah membawa 6 drum yang diduga digunakan untuk membawa bahan bakar minyak (BBM). Tidak hanya itu, saat hendak dihentikan, AKP Budi yang mengemudikan mobil tersebut hendak menabrak salah satu anggota Satlantas Polres Batang.
Kejadian itu berawal saat digelarnya operasi BTL V. Saat itu salah satu anggota mencurigai sebuah mobil pikap dengan nopol yang tidak sempurna. Namun ketika diminta menepi untuk diperiksa, sang sopir justru mencoba menghindar dan mengaku sebagai anggota, agar tidak diperiksa.
Tak ayal kejadian tersebut mendapat perhatian dari para pengguna jalan yang lain. Bahkan beberapa petugas yang tengah bertugas ikut berlarian ke arah mobil tersebut. Sempat terjadi adu mulut antara kedua perwira tersebut dengan anggota Satlantas, termasuk Kanit Patroli Ipda Asfauri yang langsung ikut menangani kejadian tersebut.
Kejadian itu juga sempat memacetkan arus lalu lintas, karena mereka bersitegang tepat di tengah jalur Pantura yang saat itu dalam kondisi padat. Namun setelah berhasil membujuk kedua perwira tersebut, mereka bersedia meminggirkan mobilnya. Namun mereka tetap enggan untuk menunjukkan surat-surat, hingga akhirnya mereka dibawa ke Mako Satlantas.
Bahkan salah satu anggota Satlantas Polres Batang mengaku, sebelum melintas mobil tersebut sempat menurunkan seorang penumpang berkaos merah di depan belakang Mako. Orang itu sendiri langsung naik bus yang melaju ke arah timur. Sementara saat diperiksa drum-drum tersebut dalam kondisi kosong.
Kapolres Batang AKBP Achmat Luthfi melalui Kasatlantas AKP Y Subandriya menyayangkan kejadian tersebut. "Semestinya sebagai sesama anggota juga harus bekerjasama, bukan malahan berbuat semacam itu. Namun itu sudah kami selesaikan, dan mereka sudah kami persilahkan melanjutkan perjalanan setelah menunjukkan KTA," ujar Kasatlantas melalui Kanit Patroli Ipda Asfauri. (ton)
Senin, 01 Juni 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar