Minggu, 01 Maret 2009

Kontras Sulawesi Turun ke Jalan

Minggu, 9 September 2007

PALU - Belasan aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Sulawesi Tengah, Jumat kemarin menggelar demonstrasi. Aksi turun jalan itu dilakukan untuk memperingati tiga tahun kematian aktivis HAM Munir.

"Lemahnya pihak penegak hukum dalam mengungkap dalang di balik kasus pembunuhan Munir, telah menjadi potret buram dari penegakan hukum di Indonesia,"teriak salah seorang orator saat menggelar aksi di bundaran Tugu Hasanuddin sore kemarin.

Pembunuhan terhadap Munir bukanlah kasus pembunuhan pembela HAM pertama di Indonesia. Menurut massa, tercatat ada beberapa nama pejuang HAM yang juga tewas dengan cara tidak wajar. Marsinah, Wartawan Bernas, Udin, Jafar Sidik serta masih banyak lagi dari mereka yang dibungkam dengan kematian.

"Ironis, ketika bangsa ini tengah berupaya untuk menegakkan supremasi hukum dan penegakan HAM, tapi di sisi lain masih ada tindak kekerasan untuk membungkam kebenaran,"pekik sang orator lagi.

Massa juga meminta, tak hanya kasus kematian Munir saja yang harus dituntaskan. Para peserta aksi, meminta perlindungan dan HAM harus ditegakkan.

"Munir hanyalah simbol perjuangan dan penegakan HAM. Ruh dari semua upayanya itu, adalah menciptakan perdamaian yang abadi tanpa adanya kekerasan," ujar perwakilan massa.

Walau hanya melibatkan belasan aktivis, namun akibat aksi yang dilakukan para aktivis Kontras itu, membuat arus lalu lintas sempat macet di seputaran tugu jalan Hasanuddin. Tak tampak, satupun aparat kepolisian yang mengawal aksi yang dilakukan massa dari Kontras. (ato)

Tidak ada komentar: