Senin, 18 Mei 2009

Polisi Diduga Telanjangi Mahasiswi dan Merekamnya dengan HP

Selasa, 19 Mei 2009 | 07:58 WIB

MAKASSAR, KOMPAS.com — Polda Sulselbar menyelidiki kasus amoral yang diduga dilakukan anggota Polwiltabes Makassar terhadap seorang mahasiswi salah satu sekolah tinggi ekonomi di Makassar. Si polisi ternyata ada di balik pembuatan video bugil melalui kamera handphone itu.

Tiga dari lima oknum Polwiltabes Makassar sudah menjalani pemeriksaan penyidik khusus di Bidang Provost dan Pengamanan (Bidpropam) Polda Sulselbar sejak pekan lalu.

Kabid Humas Polda Sulselbar Kombes Hery Subiansauri mengatakan, tak ada niat menutup-nutupi kasus ini. Dia mendapat laporan resmi pemeriksaan itu hari Kamis (14/5) lalu. "Tapi dua hari kemarin polisi masih libur," kilah Hery.

Kemarin, keluarga korban mendatangi LBH Kota Makassar. Pihak keluarga mengadu sekaligus minta perlindungan hukum. Kini korban dilaporkan shock, malu, dan hampir setiap hari menangisi beredarnya gambar bergerak itu.

Lembaga ini bahkan telah mengantongi identitas oknum polisi tersebut. LBH mendesak Kapolda Irjen Polisi Mathius Salempang mengusut tuntas kasus yang bisa mencoreng citra aparat kepolisian.

"Jika memang pelakunya adalah polisi, maka harus disampaikan ke publik. Pelaku harus diseret ke meja hijau. Jika terbukti, maka para pelaku harus dipenjara dan dipecat," tegas Fajriani Langgeng, aktivis LBH Makassar, dalam keterangan persnya di Makassar.

Kronologi kejadian ini menunjukkan, oknum memanfaatkan badge Polri-nya untuk memeras dan mendapatkan uang. "Kami melihat model interogasi yang demikian sangat bertentangan dengan kode etik kepolisian dan termasuk pelanggaran pidana. Bahkan, bisa masuk kategori pelanggaran HAM. Makanya kami minta Kapolda tidak tinggal diam dalam kasus ini," tegas Fajriani. (cr3/jum)

Tidak ada komentar: