Kamis, 11 Juni 2009

Insiden Berdarah di Sigi, Satu Tewas

PALU – Warga dua desa bertetangga, Pesaku dan Sambo, Kabupaten Sigi, Selasa kemarin, terlibat bentrok. Akibatnya, satu warga Sambo bernama Irfan (25) tewas. Korban Irfan ditemukan tewas dalam keadaan mengenaskan di sebuah kebun pisang milik warga di Desa Bobo yang berjarak sekitar 20 meter dari tepi jalan raya.
Irfan, yang kesehariannya bekerja sebagai petani, tewas akibat tebasan senjata tajam hingga mengalami luka yang cukup parah di sekujur tubuhnya, serta di bagian kaki kiri, tangan kanan dan pinggang belakangnya.
”Dia pamit untuk melihat pesta pernikahan teman sekampungnya. Eh dia pulang sudah jadi mayat, ”kata Nudin, paman korban, di Rumah Sakit Bayangkara Palu.
Nudin menuturkan, pada Senin malam memang terjadi aksi kejar-kejaran warga dua desa itu, di lokasi hajatan pengantin, namun polisi dapat membubarkan insiden tersebut. Rupanya insiden berlanjut di luar arena pengantin hingga Selasa sore. “Kami mengira tidak ada korban,” kata Adi salah seorang rekan korban.
Tak hanya itu, seorang warga Desa Sambo bernama Derlan (22) juga menjadi korban dalam insiden bentrokan tersebut. Namun, korban Derlan hanya mengalami luka sobek di bagian pelipis mata kanannya akibat terkena lemparan benda keras.
Kapolsek Dolo, Iptu Ridwan Hutagaol Ridwan belum bisa memastikan siapa yang pertama memulai, namun di saat malam berganti hari itu, tiba-tiba sekelompok warga dari dua desa ini kemudian saling kejar-kejaran hingga di Desa Bobo.
Pihak Polsek Dolo sendiri pun hingga kini masih menyelidiki apa penyebab atau pemicu terjadinya konflik antarwarga tersebut. Dia mengatakan, pihaknya tengah memeriksa sejumlah saksi guna mengungkap motif bentrokan, termasuk pelaku pembunuhan terhadap korban Irfan.
"Dari keterangan beberapa saksi yang kami periksa, pelaku pembunuhan korban Irfan sudah kita identifikasi dan saat ini tengah dilakukan pengejaran," kata Kapolsek Ridwan. (Banjir)

Tidak ada komentar: