Jun 01, 2009 at 09:17 AM
Manado,ENTAH nasib buruk apa yang menimpa Ventje Lonteng (37) warga Kelurahan Ranotana Weru Lingkungan III Kecamatan Wanea. Pasalnya, sebagai warga yang ingin meminta penjelasan masalah sertifikasi guru yang dilakukan sampai larut malam di Dinas Pendidikan (Diknas) Kota Manado, malah mendapat masalah. Ia menjadi korban penganiayaan dari oknum yang diduga petugas Polisi Pamong Praja (Pol PP).
Saat melaporkan kejadian tersebut ke Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Poltabes Manado, Sabtu (31/5) sekitar pukul 00.30 Wita, Ventje ketika dimintai keterangan mengatakan, dirinya datang ke Diknas Kota Manado bermaksud mempertanyakan alasan kenapa proses sertifikasi guru di lingkungan Diknas Manado, dilakukan sampai larut malam. Tetapi, saat hendak masuk, ia ditahan petugas pengamanan dengan inisial ST alias Sten dan seorang lagi dengan inisial SM alias Sam. Dirinya mengaku sudah menjelaskan, tetapi kedua tersangka tersebut tidak percaya. “Saya sudah menunjukkan tanda pengenal saya. Karena selain warga, saya juga sebagai wartawan di salah satu media cetak nasional. Tetap tidak percaya, sampai adu mulut dan kedua tersangka langsung menghujani beberapa pukulan,” jelasnya.
Tidak hanya, korban mengaku selain dipukuli hingga membuat kepalanya pusing dan sakit, barang berharga berupa telepon genggam miliknya ikut dirampas. “Soalnya telepon genggam itu, saya pakai sebagai alat perekam,” ujar Ventje yang mengaku selain korban juga mengalami kerugian sekitar Rp700 ribu.
Sampai berita ini diturunkan, pihak Diknas Manado dan Pol PP Manado, belum berhasil dikonfirmasi. Sementara itu, pihak Poltabes Manado melalui Kepala SPK Plug A Aiptu Jusuf Pangumpia saat dikonfirmasi membenarkan adanya laporan tersebut. (fir/aji)
Minggu, 21 Juni 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar