
PALU - Terkait pelaksanaan eksekusi tiga terpidana mati Bom Bali, Amrozi dkk, tiga organisasi non pemerintah (ornop) di Palu, Kamis (6/11) malam, menggelar aksi damai di Bundaran Hasanuddin, Palu Timur. Mereka menolak pelaksanaan hukuman mati di Indonesia.
Ketiga ornop itu adalah KontraS Sulawesi, LMND dan Walhi Sulteng. Dalam aksi damai ini, massa aksi menggusung poster bertuliskan HATI (Hapuskan Hukuman Mati).
Menurut Edmond Leonardo, Koordinator KontraS Sulawesi, aksi damai mereka dilakukan bukan untuk mendukung perbuatan Amrozi dkk, tapi untuk memperjuangkan hak hidup Amrozi dkk.
Kata dia, hukuman mati di Indonesia terbukti tak memberikan efek jera. Pemerintah juga dinilai tendensius, karena tak menghukum mati koruptor. “Coba saja lihat apakah SBY berani menghukum mati besannya yang didakwa korupsi,” kata Edmond.
Sementara itu, terkait pelaksanaan eksekusi Amrozi dkk, aparat Polres Poso dan Brimob Polda Sulteng, Kamis siang, menggelar razia kendaraan roda dua dan empat. Razia dilakukan di Jalur Trans Sulawesi di Kelurahan Tagolu dan Pasar Induk Tentena, Kecamatan Pamona Utara.
Dalam razia itu, polisi memeriksa setiap pengendara motor. Selain surat-surat kendaraan dan identitasnya, polisi juga memeriksa barang bawaan hingga ke bagasi motor. Pemeriksaan juga dilakukan para pengemudi mobil maupun penumpang. Barang bawaan mereka diperiksa dengan metal detector.
“Bagi yang tidak memiliki SIM masih kami beri peringatan, karena tujuan razia ini masih difokuskan terhadap pembawa bahan peledak dan bahan berbahaya lainnya,” tegas Kepala Bagian Operasi Polres Poso Kompol Baitul Manaf.
Sementara itu, Antara mengabarkan, pelaksanaan eksekusi Amrozi dkk yang kini mendekam di ruang Super Maximum Security (SMS) LP Batu Nusakambangan Kabupaten Cilacap, Jateng, makin dekat.
Sampai Kamis (6/11) malam, Amrozi dkk masih mendekam di lembaga pemasyarakatan yang berada di ujung selatan Jawa Tengah, padahal sebelumnya Kejaksaan Agung menyatakan, eksekusi akan digelar awal November 2008 ini.
Sempat beredar kabar, eksekusi akan dilaksanakan Kamis (6/11) dini hari, Jumat (7/11) dini hari, dan Sabtu (8/11) dini hari.
Sumber dari kepolisian menyatakan ada kepastian eksekusi pada Jumat dini hari, tapi jika ada halangan, sebagai alternatif Sabtu dini hari.
"Kepastiannya malam ini (Jumat dinihari), alternatifnya besok malam," kata sumber tersebut.
Sebelumya, pejabat di Kejaksaan Agung menyatakan tidak ada eksekusi pada Jumat dini hari. "Belum, belum malam ini. Tunggu saja," katanya. (joko/bandi) Jumat, 07 November 2008
Foto: MAL/Acun
Tidak ada komentar:
Posting Komentar