Sabtu, 11 April 2009
PALU - Kisruh masalah Daftar Pemilih Tetap (DPT) di Kota Palu, benar-benar sudah memasuki tahap menghawatirkan. Memasuki waktu penyontrengan Kamis (9/4) hari ini, sejumlah warga masih mengeluhkan tidak adanya nama mereka dalam DPT. Padahal warga ini ingin berpartisipasi dalam pesta demokrasi Pemilu 2009, yang hanya sekali dalam lima tahun.
Di sejumlah kelurahan di Kota Palu, ratusan warga mengaku tidak terdaftar dalam DPT, yang otomatis tidak mendapat panggilan untuk memilih. Di kelurahan Petobo, sebanyak 143 warga tidak dapat memilih dengan alasan tidak masuk dalam DPT.
Beberapa mahaswa di sejumlah perguruan tinggi (PT) negeri maupun swasta di Kota Palu, mengeluh tidak bisa mencoba pemilu gaya baru, dengan system menyontreng.
Di Kelurahan Palupi, warga yang tinggal di hampir semua blok di perumahan itu, mengaku tidak mendapat surat panggilan untuk memilih. Bahkan, ada beberapa rumah tangga yang seluruh keluarga di rumahnya, tidak masuk dalam DPT.
Seorang mantan anggota DPRD Sulteng Jumadi Agan, Rabu kemarin melaporkan penyelenggara pemilu, KPU Kota Palu dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) di tempatnya tinggal, ke Polres Palu. Jumadi merasa dirugikan karena delapan anggota keluarga di rumahnya tidak bisa memilih karena tidak masuk dalam DPT.
Berikut laporan wartawan Media Alkhairaat perihal keluhan warga yang tidak masuk dalam DPT di sejumlah kelurahan di Kota Palu.(abdee)
Minggu, 12 April 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar