Sabtu, 20 Juni 2009

Polda Tetapkan Status Siaga I

PALU – Menghadapi pemilihan presiden yang tinggal tiga pekan lagi, Polda Sulawesi Tengah menetapkan status Siaga I di wilayah ini. Status Siaga I dimaksud yaitu adanya penambahan kekuatan pengamanan, karena dampak meningkatnya suhu politik di tengah kehidupan masyarakat.
Kabid Humas Polda Sulteng AKBP Irfaizal Nasution Rabu, mengatakan penetapan status Siaga I itu diberlakukan untuk semua kabupaten dan kota yang ada di daerah ini.
Namun demikian lanjut dia, khusus di wilayah Kabupaten Poso dan Kota Palu menjadi perhatian ekstra institusinya dalam pengamanan pilpres, sebab selain termasuk daerah rawan konflik, juga saat ini ramai dengan kegiatan kampanye rapat umum terbuka yang dilaksanakan oleh tim sukses tiga pasangan capres dan cawapres.
Sekalipun demikian, Nasution menegaskan bahwa situasi keamanan di seluruh wilayah hukum Polda Sulteng hingga Rabu sore masih berlangsung seperti biasa.
"Di wilayah Kabupaten Poso dan Kota Palu pun, hingga saat ini masih aman dan kondusif," tuturnya seperti dikutip Antara.
Ia mengatakan, untuk mengantisipasi munculnya gangguan keamanan yang tidak diinginkan dan dapat mengganggu kehidupan masyarakat luas menjelang pelaksanaan pilpres, kepolisian setempat telah menyiagaan aparatnya melakukan penjagaan terhadap fasilitas umum, seperti bandar udara, pelabuhan laut, dan terminal angkutan darat.
Fasilitas publik penting semisal PLN, Telkom, Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum, Pusat-Pusat Perbelanjaan, serta tempat-tempat keramaian pun mendapat penjagaan dari petugas.
"Kami juga menggerakkan patroli polisi untuk memantau kondisi di lapangan, terutama lokasi-lokasi yang rawan gangguan kamtibmas," tuturnya.
Mengenai jumlah aparat polisi yang dilibatkan dalam pengamanan Pilpres 2009, Nasution menggatakan pihaknya mengerahkan 2/3 kekuatan yang ada, atau sekitar 5.750 aparat.
"Selain mengamankan pelaksanaan Pilpres, semua personel itu juga dilibatkan dalam operasi kepolisian bersandikan `Mantap Brata 2009`," katanya.
Operasi ini, menurut dia, dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya gangguan keamanan dan ketertiban dalam masyarakat, khususnya di dua wilayah rawan teror yakni Poso dan Palu.
Nasution berharap seluruh masyarakat Sulteng ikut berpartisipasi membantu polisi menciptakan situasi damai dengan melaporkan kepada aparat terdekat apabila mengetahui atau menemukan adanya sesuatu yang dapat mengganggu ketertiban dan melanggar hukum, agar pelaksanaan Pilpres tanggal 8 Juli mendatang di daerah ini berlangsung sukses.
Secara terpisah, Kasat Brimob Polda Sulteng AKBP Gatot Mangkurat mengatakan, dalam mengamankan Pilpres kali ini, pihaknya mengerahkan 600 personel atau sekitar 2/3 kekuatan Brimob yang ada di daerahnya.
Khusus pengamanan daerah bekas konflik di Poso, katanya, jumlah personel Brimob yang diterjunkan sekitar 160 orang dan berasal dari daerah itu sendiri.
"Kita tidak mem-BKO-kan anggota dari Markas Komando Brimob Mamboro Palu ke Poso, kecuali hanya menugaskan personel yang sudah ada di dua kompi setempat," kata Gatot menambahkan.
Pasukan Brimob yang diterjunkan mengamankan wilayah Sulteng tersebut, termasuk di antaranya personel pengendali massa dan penjinak bahan peledak.(abdee)

Tidak ada komentar: