Kamis, 23 Juli 2009

Dua Pendulang Emas Ditembak

Selasa, 21 Juli 2009 | 14:17 WIB

KENDARI, KOMPAS.com - Kapolda Sulawesi Tenggara (Sultra), Brigjen Pol Djoko Satriyo mengatakan, oknum pelaku penembakan pendulang emas di Kabupaten Bombana pada Kamis (16/7) disinyalir lebih dari dua orang.

"Pengusutan kasus tertembaknya dua orang pendulang emas yang saat ini menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sultra sedang berjalan," katanya di Kendari, Selasa.

Dua orang warga sipil asal Sulawesi Tengah (Sulteng) yang menjadi korban "timah panas" tersebut adalah Jasmani (24) dan Karianto (29). Jasmani tertembak pada kaki kiri, sedangkan Karianto pada bagian perut.

Sejauh ini belum terungkap siapa pelaku penembakan tersebut, namun Polda Sultra memperkirakan pelakunya lebih dari dua orang dan akan diusut tuntas tanpa "pandang bulu".

"Penyelidikan sedang berlangsung, termasuk meminta keterangan dari anggota Polri yang ditugaskan di sana," katanya. Djoko mengatakan, insiden penembakan yang terjadi pada Kamis (16/7) dipicu aksi unjuk rasa anarkis oleh para pendulang emas asal luar daerah Sultra, yang mengakibatkan alat berat milik perusahaan penambang emas PT Panca Logam, rusak.

"Polisi yang ditugaskan mengamankan aksi anarkis yang dilakukan sekitar 1.000-an orang pendulang emas itu, melepaskan tembakan karena massa dengan menggunakan senjata tajam melakukan perlawanan terhadap aparat," kata Kapolda.

Kapolda juga mengatakan, penyelidik sudah memintai keterangan 70 orang saksi dan mengamankan sejumlah barang bukti, namun belum ada penetapan tersangka.

"Dua korban tembak yang saat ini masih menjalani perawatan juga berpotensi menjadi tersangka. Walaupun nanti ditetapkan sebagai tersangka, tapi tetap diperlakukan baik dan masih dalam perawatan," kata Djoko.

Sementara itu, menurut seorang saksi, Ahmad Tony, penembakan tersebut terjadi di luar areal dan kantor PT Panca Logam pada Kamis (16/7) sekitar pukul 20:00 Wita.

"Tidak ada aksi unjuk rasa pada Kamis malam itu, dan juga tidak aksi unjuk rasa sampai ribuan orang, kecuali setelah mengetahui ada sekitar 70 orang pendulang emas itu ditangkap dan disiksa di Kantor PT Panca Logam, baru akan rencana ada aksi ribuan warga pendulang emas di lokasi itu," kata Ahmad.

Namun, juga aksi unjuk rasa ribuan warga batal dilakukan karena keesokan harinya pada Jumat (17/7) sekitar pukul 14:00 Wita pendulang yang ditahan itu sudah dilepaskan dari tahanan tersebut.

"Kami dilepaskan melalui pintu belakang Kantor PT Panca Logam bertepatan dengan kedatangan pesawat helikopter. Kami tidak tahu siapa yang datang menggunakan helikopter saat itu," kata Ahmad.

Mengenai pelaku penembakan, ia mengaku tidak tahu siapa namanya, tetapi mengenakan baju coklat dan melepaskan tembakan beruntun dari atas kendaraan roda empat.

Tidak ada komentar: