Selasa, 21 Juli 2009

Polisi Dalami Keterlibatan Warga Poso

PALU – Semua kemungkinan dibuka polisi dalam mengungkapkan pelaku bom di hotel JW Marriot, dan Ritz Carlton. Termasuk seperti yang dilakukan jajaran Polres Poso, yang ternyata ikut bergerak melakukan pendalaman tentang kemungkinan keterkaitan warga Poso dengan aksi teror bom di Jakarta. Walaupun demikian, sampai dengan kemarin, Polres Poso belum menemukan indikasi, adanya warga Poso yang ikut terlibat atau masuk dalam jaringan yang meledakkan dua hotel di Jakarta.

Namun kata Kapolres Poso, AKBP Adeni Muhan DP, pihaknya tetap melakukan pendalaman dan pengumpulan informasi. Pengumpulan informasi, digali dari beberapa eks mujahidin Poso.

“Tetapi yang kita lakukan adalah pendekatan personal,”aku Kapolres ditemui Selasa kemarin di ruang kerjanya.

Sampai dengan kemarin kata Kapolres, pihaknya belum bisa memastikan soal ada atau tidaknya keterkaitan kasus peledakan bom JW Mariot-Ritz Carlton Jakarta dengan kasus Poso beberapa waktu lalu.

“Ada atau tidak keterkaitan bom Jakarta dengan Poso, belum bisa kami pastikan. Semua masih dalam penyelidikan polisi,”terang Kapolres Poso AKBP Adeni Muhan DP, kemarin (21/7).

Dia menyebut, dari pendekatan sementara terhadap personal eks mujahidin Poso, polisi belum menemukan hasil terang yang memuaskan. “Anak-anak (eks Mujahidin) yang sudah kami tanya semua ngaku tidak tahu-manuhu soal kasus bom Jakarta. Mereka justru menyatakan ikut mengutuk aksi bom yang keji itu,”tutur perwira dua melati dipundak jebolan Akpol tahun 1999 ini.

Meski pengakuan para eks mujahidin Poso menyebut tidak tahu menahu, polisi terus melakukan pengawasan dan penyelidikan secara terus dan intensif. Polres Poso, kata AKBP Muhan, bahkan telah menetapkan 10 titik rawan dan masuk dalam skala prioritas untuk diawasi. Sayang, orang pertama di Polres Poso itu belum bersedia membeber dimana dan dalam bentuk apa kerawanan di 10 titik yang disebutnya. “Dalam waktu dekat, semua akan saya jelaskan ke rekan-rekan (wartawan, red). Biarlah dulu kami bekerja,”elaknya.

Pada bagian lain, kata Kapolres, pasca peledakan Bom Megakuningan Jakarta Jum,at (17/7) lalu, kondisi Poso tetap dalam keadaan terklendali, aman dan kondusif. “Meski aman dan kondusif, polisi tetap waspada,”ujar Kapolres. Agar kondisi daerahnya tetap terjaga, Polres Poso terus melakukan razia di sejumlah jalan dan tempat-tempat strategis. Terutama di pintu masuk-keluar kabupaten Poso dan dijalan-jalan protokol dalam kota Poso. Apalagi menyusul ditetapkannya Poso dalam kondisi siaga satu oleh Polda Sulteng.

Kata Muhan, razia gabungan polisi dan Brimob dilakukan bukan hanya pada malam, tapi juga pada siang hari. Razia dilakukan terhadap segala hal. Mulai dari razia identitas (KTP), senjata tajam (Sajam), hingga ke bahan peledak (Handak) dan senjata api (Senpi). Tak terkecuali mereka orang-orang asing atau mereka wajah-wajah baru yang dianggap muncul dengan gelagat mencurigakan. “Orang yang terazia dengan tidak memiliki KTP langsung kami tahan dan amankan,”jelas mantan Dansat Brimobda Sulut itu.(hnf)

Tidak ada komentar: