Rabu, 24 Juni 2009

Ricuh Demo Untad Mahasiswa dan Alumni Bawa Parang

Rabu, 24 Juni 2009

PALU – Aksi unjukrasa Mahasiswa Untad Menggugat (MUM) di Kampus Universitas Tadulako (Untad), Kelurahan Tondo, Senin kemarin, berakhir ricuh. Para pengunjukrasa bersitegang dengan sekelompok mahasiswa dan alumni yang menentang aksi unjukrasa ini. Para pelarang ini bersikap kasar dan membawa parang.
Tak hanya melarang unjukrasa MUM, para mahasiswa dan alumni itu juga melarang wartawan meliput. Hingga, Senin siang, tak diketahui apa motif dan keuntungan dari mahasiswa dan alumni itu melarang demo. Mereka terlihat seperti preman karena menenteng parang dan bersikap kasar.
Koordinator Aksi, Stenly mengungkapkan, aksi tersebut adalah untuk mengecam kebijakan pemerintah yang dinilai merugikan rakyat kecil. Diantaranya adalah pengesahan Undang-Undang (UU) Badan Hukum Pendidikan (BHP), yang dinilai justru menyengsarakan rakyat. Sebab, masa aksi menilai UU BHP justru berdampak pada tingginya biaya kuliah.
“UU BHP menyebabkan semakin tingginya biaya pendidikan yang harus ditanggung mahasiswa,” ungkapnya.
Beberapa tuntutan massa aksi adalah meminta rektorat untuk menolak UU BHP karena merugikan rakyat kecil. Massa juga menuntut perbaikan dan peningkatan fasilitas-fasiltas kampus dan menuntut transparansi pengelolaan sistem keuangan, kebebasan berekspresi, berpendapat dan berorganisasi di kampus.
Namun, belum lama masa aksi melakukan orasi di lingkungan kampus. Beberapa mahasiswa dan alumni mendatangi massa aksi, yang langsung merebut pengeras suara dan melakukan pemukulan terhadap massa aksi. Pemukulan tersebut tidak menghentikan orasi yang dilakukan masa aksi.
Salah satu mahasiswa yang berusaha membubarkan aksi, yang diketahui bernama Apin tersebut, dibuat geram massa aksi yang hanya melakukan aksi duduk di tempat.
Dari pantauan media ini di lapangan, Apin langsung menuju mobilnya dan mengambil sebilah parang yang langsung diarahkan ke masa aksi. Sehingga hal itu membuat massa aksi lari menyelamatkan diri.
Akibat pemukulan yang dilakukan Apin dengan menggunakan sepotong kayu, salah seorang massa aksi bernama La Ode mengalami luka pada bagian kepala, punggung dan tangan. Salah satu korban pemukulan Apin bernama Ardi juga mengalami luka pada bagian kepala serta anggota badan lainnya.
Salah satu kelompok massa yang berusaha membubarkan aksi bernama Samsidi juga berusaha mengahalangi wartawan media ini saat meliput aksi. Bahkan wartawan media ini juga sempat dikejar dan diancam Apin dengan menggunakan sebilah parang. “Awas kau liput,” teriak Apin kepada wartawan media ini. (nandar)

Tidak ada komentar: