Senin, 13 Juli 2009

Oknum TNI Dilaporkan Penganiayaan

Senin, 6 Juli 2009

PALU – Oknum TNI berpangkat Letnan Satu inisial AR yang bertugas di salah satu kesatuan TNI di Kota Palu dilaporkan Polisi Militer terkait dugaan kasus penganiayaan.

Keluarga korban penganiayaan Herman (40) kepada Radar Sulteng Minggu (95/7), menuturkan anaknya inisial IR (23) dianiaya oleh seorang oknum TNI Rabu malam (1/7) di pantai Talise. Korban dipukul dan diseret di jalan raya hingga menyebabkan korban mengalami luka memar di bagian wajah dan luka robek 11 jahitan di bagian kaki kiri. “Anak saya trauma karena dianiaya seperti itu,” terangnya. Herman menuturkan, awalnya memang korban dekat dengan oknum TNI tersebut hingga memiliki hubungan pacaran. Suatu waktu korban mengetahui jika oknum TNI itu telah berkeluarga dan tidak mau melanjutkan hubungan mereka. Karena terus menghindar dari oknum TNI itu akhirnya Rabu malam korban ditemukan pelaku di tempat korban bekerja di salah satu rumah makan di pantai Talise. “Anak saya dipaksa ikut dia tapi karena menolak dia (oknum TNI,red) memukul, menyeret dan menarik rambutnya,” katanya.

Menurut Herman, ia dan anaknya (korban,red) sudah melapor ke PM hari Jumat (3/7) dan hasilnya disuruh menunggu siding militer yang akan dilakukan di Manado. “Kami sudah melapor ke PM tapi kami disuruh tunggu hasil sidang PM di Manado yang tidak tahu kapan pelaksanaan sidangnya,” ujarnya.

Dikatakannya, keluarga merasa sangat dilecehkan oleh oknum TNI yang menganiaya korban seorang perempuan hingga menyebabkan luka serius di beberapa bagian tubuhnya dan keluarga berharap pimpinan TNI juga tidak menutup mata dengan kekerasan yang dilakukan anggotanya yang sudah mencoreng nama baik TNI. “Kami ini kasihan Cuma orang kecil tidak tahu mau bagaimana dan terus terang kami takut kalau besok-besok anak kami atau keluarga kami dicari-cari karena melapor,” pungkasnya. (ron)

Tidak ada komentar: