Senin, 06 Juli 2009

Polda Kantongi Pelaku Teror Bom

Jumat, 03 Juli 2009
Palu- Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah mengaku telah mengidentifikasi pelaku teror bom di PT Utama Taksi, di kelurahan Tondi, Palu atara Selasa (30/6) lalu. Pelaku ditengarai bukan pemain lama yang sering menebar teror di wilayah Sulawesi Tengah. “Kami telah memegang nama seseorang yang diduga kuat pelaku terror,”kata Kapolda Sulteng, Brigjend Polisi Suparni Parto, Rabu kemarin, usai mengikuti perayaan HUT Bhayangkara dihalaman Mapolda.

Kapolda Suparni menuturkan, dari penelusuran sementara pelaku yang inisialnya belum bisa dibeberkan dengan alasan penyidikan itu, tidak termasuk dalam daftar nama para aktor teror lama. Namun pihaknya belum bisa memastikan motif pelaku teror yang menghebohkan Kota Palu.

Menurut dia masih mengumpulkan bukti-bukti kuat untuk membawa pelaku ke balik jeruji besi sel tahanan Polda,”Kalau bukti sudah lengkap kami akan segera melakukan penangkapan,”katanya.

Dia mengatakan, teror bom tersebut, bukanlah upaya menggagalkan Pilpres, namun pihaknya berjanji akan melakukan pelacakan terhadap pelaku teror. “Teror bom ini, tidak ada kaitannya dengan upaya penggagalan Pilpres,”kata Kapolda Suparni.

Ia meminta semua pihak dapat berfikir jernih, tidak mengaitkan setiap kejadian itu ke arah yang negatif. Wilayah Sulawesi Tengah kata dia hingga kini kondsinya kondusif termasuk di daerah rawa konflik seperti Poso dan Sigi

Sementara itu mengamankan Pilpres 8 Juli 2009, Polda menerjunkan sedikitnya 5.750 personelnya dalam mengamankan pelaksanaan pemungutan suara pilpres.

" Kita akan siapakan 5.750 Personel atau 2/3 kekuatan Polda untuk mengamankan pelaksanaan Pilpres 2009,” katanya.

Menurut Kapolda Suparni, para personel yang dilibatkan dalam pengamanan Pilpres ini akan disebar di seluruh Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada 11 kabupaten dan kota dengan jumlah 5.310 TPS.

"Untuk tiap TPS, kami tempatkan 1 personel. Meski sedikit jumlahnya, namun diharapkan kerja aparat di lapangan bisa maksimal dan optimal," tuturnya, dan menambahkan dalam mengamanan TPS-TPS itu aparat pelindungan masyarakat dari masing-masing daerah juga dilibatkan.

Ia mengatakan, untuk mengamankan pelaksanaan Pilpres di Provinsi Sulteng, seluruh kabupaten dan kota mendapat porsi pengamanan sama, dan tidak ada yang menjadi prioritas, termasuk Kabupaten Poso dan Kota Palu.

"Saat ini situasi di Poso masih aman kondusif, sehingga pola pengamanan Pilpres di daerah itu sama rata dengan daerah lain," tuturnya. (banjir)

Tidak ada komentar: